Model Penangana Kawasan Pemukiman Kumuh di Sekitar Pusat Pemerintahan (Studi Kasus: Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi)

Authors

  • rindy novry sistiyanti Universitas Krisnadwipayana

Keywords:

Model, Permukiman Kumuh, Pusat Pemerintahan

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah “Timbul dan menyebarnya kawasan kumuh di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Serta jaya disebabkan oleh belum maksimalnya pengawasan dan pengendalian sesuai seperti yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan RDTR) Kabupaten Bekasi”. Tujuan Penelitian Menyusun konsep penanganan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman kumuh agar menjadi kawasan yang layak huni di Kelurahan Sertajaya Kabupaten Bekasi.  Adapun Teknik analisis data yang akan dilakukan yaitu; 1. Skoring dan Pembobotan; 2. Analisis Spasial dan 3. Analisa pembobotan ( skoring) pada setiap parameter kawasan permukiman kumuh dan analisa spasial dilkukan analisa deskriptif kuantitatif  dan  normative  kuantitatif, yaitu; analisis aspek non-fisik   kawasan   kumuh,   analisis aspek    kondisi    lingkungan,    analisis    aspek sarana  dan  prasarana,  analisis  permasalahan kawasan kumuh di Kelurahan Serta Jaya, analisis konsep penanganan kawasan kumuh. Hasil penelitian yang diperoleh; 1. Karaktersitik    dari    perumahan dan kawasan permukiman    kumuh    di Kawasan Pusat Pemerintahan Cikarang Timur dipengaruhi oleh kondisi fisik kawasan (jaringan jalan, drainase, persampahan,   air   bersih, dan sanitasi)   dan non  fisik ( pendidikan, pendapatan, dan partisipasi masyarakat); 2. Dalam menganalisis tingkat kekumuhan wilayah permukiman kumuh Kelurahan Sertajaya, terdapat tujuh indikator yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kriteria kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan kondisi proteksi kebakaran. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tingkat kekumuhan Kawasan permukiman kumuh kelurahan sertajaya RT 01 dengan nilai total 26 dan RT 02 dengan nilai total 20 termasuk dalam kategori kumuh ringan; 3.Konsep pengembangan dan peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman kumuh sesuai dengan tipologinya. Maka penangannya meliputi: Rumah sebagai kebutuhan dasar perlu dibangun dengan baik ditunjang dengan berbagai infrastruktur pendukungnya. Penanganan persampahan akan mengutamakan sistem daur ulang untuk sampah non orgranik dan sistem kompos untuk sampah organik; 4. Pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan dilakukan dengan menggunakan konsep gravitasi dan memanfaatkan berbagai sumber daya air.  5. Konsep penangan air limbah juga dilakukan dengan menggunakan gravitasi. Selain itu, penanganan air limbah juga dapat dilakukan dengan penyediakan lokasi pengolahan yang dapat juga berfungsi sebagai RTH pasif.

Downloads

Published

2022-03-29

How to Cite

sistiyanti, rindy novry. (2022). Model Penangana Kawasan Pemukiman Kumuh di Sekitar Pusat Pemerintahan (Studi Kasus: Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi). Jurnal Kajian Wilayah Dan Kota, 1(1). Retrieved from https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/283