Jurnal Kajian Wilayah dan Kota https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK <p><strong>Jurnal Kajian Wilayah dan Kota </strong> merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Kajian Pembangunan Perkotaan dan Wilayah. Bidang keilmuan penataan ruang dan wilayah, pesisir, penataan kota dan lingkungan.</p> <p><strong>Jurnal Kajian Wilayah dan Kota </strong>dikelola secara profesional yang diterbitkan dalam membantu akademisi, peneliti dan praktisi dalam menyebarkan hasil penelitiannya.</p> en-US jpwk@unkris.ac.id (Jurnal Kajian Wilayah dan Kota) imasyusa17@gmai.com (Imas Gandasari) Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Penyediaan Air Bersih Secara Individu Terhadap Keberlanjutan Pengelolaan Air Bersih Di Kawasan Perumahan Perkotaan https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/286 <p>Salah satu permasalahan penyediaan air bersih untuk masyarakat perkotaan di Indonesia adalah belum terpenuhinya layanan PDAM dengan baik sehingga masyarakat lebih cenderung menyediakan kebutuhan air bersih secara individu. Maksud dari penelitian ini agar tersusunnya strategi yang tepat dalam penanganan penyediaan air bersih di Kawasan perumahan perkotaan yang konsisten dan berkelanjutan dan tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh karakteristik penghuni perumahan terhadap persepsi penghuni perumahan dalam penyediaan air bersih secara individu dan oleh PDAM, mengkaji&nbsp; pengaruh aspek fisik air baku, aspek tata ruang, aspek lingkungan, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek kelembagaan terhadap berkembangnya penyediaan air bersih individu, dan merumuskan strategi penanganan penyediaan air bersih perkotaan yang konsisten dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, metode analisis SPSS dan metode analisis SWOT untuk mengetahui pengaruh karakteristik penghuni perumahan terhadap persepsi penghuni perumahan, pengaruh aspek-aspek terhadap berkembangnya penyediaan air bersih secara individu dan menentukan strategi yang tepat dalam penanganan penyediaan air bersih. Hasil analisis menunjukkan persepsi penghuni perumahan dalam melakukan penilaian terhadap penyediaan air bersih dan oleh PDAM cenderung sama tidak dipengaruhi oleh karakteristik penghuni perumahan. Sedangkan aspek fisik air baku, aspek tata ruang, aspek lingkungan, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek kelembagaan berpengaruh kuat terhadap berkembangnya penyediaan air bersih secara individu di Kawasan perumahan Bekasi utara. Dari analisis SWOT, dapat ditentukan strategi pengelolaan air bersih secara konsisten dan berkelanjutan dimana langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan adalah peran serta yang aktif dari masyarakat untuk selalu menjaga kualitas air tanah dan membuat daerah resapan air, program kerjasama PDAM dengan pihak swasta untuk meningkatkan masalah pendanaan PDAM dan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dalam sosialisasi lingkungan yang bersih dan tidak tercemar.</p> donald napitupulu Copyright (c) 2022 donald napitupulu https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/286 Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000 Karakteristik Daya Tarik Fungsional Kawasan dan Pengaruhnya Terhadap Inisiasi Aglomerasi Kawasan https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/284 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi daya tarik fungsional yang dapat menjadi faktor dalam memulai aglomerasi regional. Metode Analisis didasarkan pada analisis konten yang dilakukan untuk identifikasi aglomerasi regional, berdasarkan kuesioner preferensi yang diungkapkan untuk mengidentifikasi karakteristik wisatawan; metode lain yang digunakan analisis determinan untuk mengidentifikasi daya tarik fungsional yang mempengaruhi inisiasi aglomerasi di dua daerah sumber air panas di daerah Rancabali, Ciwidey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam daya tarik yang mempengaruhi inisiasi daerah: pemenuhan kegiatan utama; parkir gratis; jam operasional; pemenuhan kegiatan tambahan; bentuk pengembangan; dan keterjangkauan. Keenam objek wisata tersebut menunjukkan tingkat daya tarik yang mempengaruhi inisiasi aglomerasi di kawasan pemandian air panas Cimanggu dan Walini. Dalam penelitian terkait Karakteristik daya tarik fungsional terhadap inisiasi aglomerasi disimpulkan bahwa lokasi pemandian air panas yang memiliki fasilitas lebih lengkap (ketersediaan fasilitas, tempat ibadah, rest area, toilet, kualitas toilet, ketersediaan air, dan penginapan) tidak berbanding lurus dengan aglomerasi yang dapat dibuat dari aktivitas utama berupa sumber air panas. Tapi, daya tarik enam yang disebutkan di atas adalah daya tarik utama yang mempengaruhi inisiasi aglomerasi di dua bidang.</p> alhas baso umar Copyright (c) 2022 alhas baso umar https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/284 Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000 Strategi Pelaksanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Studi Kasus: Pengadaan Tanah Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIIA) https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/282 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan strategi percepatan pelaksanaan pengadaan tanah jalan tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIIA dengan menggali faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pengadaan tanah dan memberikan alternatif penyelesaian masalah pada pengadaan tanah jalan tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIIA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis isi (<em>content analysis</em>). Untuk informan penelitian, ditentukan dengan teknik <em>purposive sampling</em> dan <em>accidental sampling</em>. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi.&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukan bahwa belum adanya perubahan waktu pelaksanaan pengadaan tanah yang lebih efektif, kendala berupa kekurangan sumber daya manusia pada Kantor Pertanahan dan berlarut-larutnya penanganan tanah sisa pengadaan tanah. Dengan demikian, diperlukan upaya perubahan berupa waktu pelaksanaan tahapan yang dibuat singkat yaitu dengan merubah skema mekanisme penyelesaian tanah sisa dan menambahkan tenaga PNS petugas ukur atau <em>surveyor</em> berlisensi sesuai dengan kebutuhan luas lahan dalam pengadaan tanah.</p> haishal hafizh Copyright (c) 2022 haishal hafizh https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/282 Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000 Pengendalian Pola Pemanfaatan Ruang di Kawasan Kebisingan Bandar Udara InternasionalStudi Kasus : Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Provinsi Sulawesi Selatan https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/285 <p>Bandar Udara selain memiliki peran penting sebagai pintu gerbang kegiatan ekonomi juga mengakibatkan perubahan pemanfaatan ruang dan perubahan kondisi masyarakat di sekitar bandara. Hipotesis penilitian ini adalah pemanfaatan ruang di sekitar bandara memperlihatkan indikasi adanya alih fungsi lahan yang cukup signifikan yang belum terkendali dimana keseluruhan dampaknya adalah adanya kecenderungan alih fungsi lahan pertanian menjadi kegiatan non pertanian dan perilaku masyarakat sekitar yang mengabaikan kebisingan yang ditimbulkan pesawat. Berdasarkan hipotesis tersebut, dilakukan penelitian yang difokuskan pada Pengendalian Pola Pemanfaatan Ruang di Kawasan Kebisingan Bandar Udara Internasional, dengan Studi Kasus: Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan sampel penelitian di Kecamatan Mandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan kebisingan bandara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay peta. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terbukti adanya ketidak sesuaian pola pemanfaatan ruang pada tutupan lahan berupa sarana kesehatan, pendidikan, peribadatan dan permukiman, serta adanya ketidak sesuaian pada pola ruang pada kawasan permukiman. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dalam mewujudkan pola pemanfaatan ruang yang sesuai, diperlukan langkah-langkah pengendalian pemanfaatan ruang, berupa langkah preventif antara lain penetapan peraturan zonasi, pengaturan perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta langkah represif dalam penegakkan hukum berupa pengawasan dan pengenaan sanksi seperti tercantum dalam Undang Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang</p> anton pranoto Copyright (c) 2022 anton pranoto https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/285 Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000 Model Penangana Kawasan Pemukiman Kumuh di Sekitar Pusat Pemerintahan (Studi Kasus: Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi) https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/283 <p>Masalah dalam penelitian ini adalah “Timbul dan menyebarnya kawasan kumuh di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Serta jaya disebabkan oleh belum maksimalnya pengawasan dan pengendalian sesuai seperti yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan RDTR) Kabupaten Bekasi”. Tujuan Penelitian Menyusun konsep penanganan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman kumuh agar menjadi kawasan yang layak huni di Kelurahan Sertajaya Kabupaten Bekasi.&nbsp; Adapun Teknik analisis data yang akan dilakukan yaitu; 1. Skoring dan Pembobotan; 2. Analisis Spasial dan 3. <strong>Analisa p</strong>embobotan ( skoring) pada setiap parameter kawasan permukiman kumuh dan analisa spasial dilkukan analisa deskriptif kuantitatif&nbsp; dan&nbsp; normative&nbsp; kuantitatif, yaitu; analisis aspek non-fisik&nbsp;&nbsp; kawasan&nbsp;&nbsp; kumuh,&nbsp;&nbsp; analisis aspek&nbsp;&nbsp;&nbsp; kondisi&nbsp;&nbsp;&nbsp; lingkungan, &nbsp;&nbsp;&nbsp;analisis&nbsp;&nbsp;&nbsp; aspek sarana&nbsp; dan&nbsp; prasarana,&nbsp; analisis&nbsp; permasalahan kawasan kumuh di Kelurahan Serta Jaya, analisis konsep penanganan kawasan kumuh. Hasil penelitian yang diperoleh; 1. Karaktersitik&nbsp;&nbsp;&nbsp; dari&nbsp;&nbsp;&nbsp; perumahan dan kawasan permukiman&nbsp;&nbsp;&nbsp; kumuh&nbsp;&nbsp;&nbsp; di Kawasan Pusat Pemerintahan Cikarang Timur dipengaruhi oleh kondisi fisik kawasan (jaringan jalan, drainase, persampahan,&nbsp;&nbsp; air&nbsp;&nbsp; bersih, dan sanitasi)&nbsp;&nbsp; dan non&nbsp; fisik ( pendidikan, pendapatan, dan partisipasi masyarakat); 2. Dalam menganalisis tingkat kekumuhan wilayah permukiman kumuh Kelurahan Sertajaya, terdapat tujuh indikator yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kriteria kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan kondisi proteksi kebakaran. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tingkat kekumuhan Kawasan permukiman kumuh kelurahan sertajaya RT 01 dengan nilai total 26 dan RT 02 dengan nilai total 20 termasuk dalam kategori kumuh ringan; 3.Konsep pengembangan dan peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman kumuh sesuai dengan tipologinya. Maka penangannya meliputi: Rumah sebagai kebutuhan dasar perlu dibangun dengan baik ditunjang dengan berbagai infrastruktur pendukungnya. Penanganan persampahan akan mengutamakan sistem daur ulang untuk sampah non orgranik dan sistem kompos untuk sampah organik; 4. Pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan dilakukan dengan menggunakan konsep gravitasi dan memanfaatkan berbagai sumber daya air.&nbsp; 5. Konsep penangan air limbah juga dilakukan dengan menggunakan gravitasi. Selain itu, penanganan air limbah juga dapat dilakukan dengan penyediakan lokasi pengolahan yang dapat juga berfungsi sebagai RTH pasif.</p> rindy novry sistiyanti Copyright (c) 2022 rindy novry sistiyanti https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/283 Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Detail Tata Ruang di Kabupaten Bantul https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/281 <p><em>Land is a strategic natural resource for the development of almost all physical development sectors that require land such as the agricultural, residential, commercial, roads, industrial and other sectors. The land will undergo a change in function. By changing the function of land use, land use will experience changes in area. There are changes in area that have narrowed and some have experienced widening. The purpose of this study is to analyze land use changes that are not in accordance with the Detailed Spatial Planning (RDTR) of Kasihan District. Analyzing the problem of incompatibility of land use changes in Kasihan District with the Draft Regional Regulation on the Kasihan District RDTR, as well as developing a handling strategy to overcome land use changes that are not in accordance with the Kasihan District RDTR. The methodology used in this research is quantitative descriptive analysis, comparative analysis, GIS analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). The data collection technique is primary data and secondary data and uses purposive sampling. This study uses a questionnaire to collect data from the community and experts in the District of Kasihan as respondents. Based on the analysis that has been carried out, the results show that, Suitability in Kasihan District has two classes, namely the appropriate class and the inappropriate class, the appropriate class has the largest area of ​​198,732 Ha with a percentage of 60.02% and the inappropriate class is 132,381 Ha with a percentage 39.98%. The most dominant factor influencing the mismatch of land use to the RDTR is the existence of a land ownership system or land. Not knowing and understanding the existence of the RDTR is a fairly important factor that causes the mismatch of land use to the existing RDTR, the existence of a land ownership system, permits in constructing buildings (IMB), and to meet needs as an economic opportunity. To overcome the land mismatch with the RDTR of Kasihan District, based on the results of the opinions of experts with the AHP analysis method, it was concluded that it absorbed the aspirations of the community for the next RDTR plan by socializing the RDTR regulations to the community so that land use irregularities did not happen again. So that future land changes must refer to the RDTR.</em></p> <p>&nbsp;</p> priyanto Copyright (c) 2022 priyanto https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JPWK/article/view/281 Tue, 29 Mar 2022 00:00:00 +0000