ANALISIS KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR

Authors

  • Lydia Darmiyanti Universitas Krisnadwipayana
  • Indriasari Universitas Krisnadwipayana
  • Samrah Hawati Tambunan Universitas Krisnadwipayana

Keywords:

keramik, slump test, kuat tekan beton

Abstract

Pada pekerjaan konstruksi, sering ditemui sisa material/bahan bangunan yang tidak terpakai dibuang sebagai limbah. Jika limbah tersebut dibuang secara sembarangan, maka dapat menimbulkan permasalahan baru pada lingkungan. Limbah pecahan keramik adalah salah satu contoh yang dihasilkan dari pabrik keramik atau hasil pekerjaan konstruksi bangunan. Jika bisa mengolahnya secara kreatif akan menghasilkan produk yang lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan hasil kuat tekan beton pada beton normal dan dengan beton yang menggunakan limbah keramik. Penulis melakukan penelitian ini dengan cara membandingkan hasil Slump Test dan hasil Kuat Tekan beton mutu fc 25 Normal dengan beton fc 25 yang telah ditambahkan limbah keramik sebanyak 20% dan 40%. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk silinder dengan ukuran Ø15 cm x 30 cm, untuk masing-masing percobaan sebanyak 6 benda uji, dengan uji kuat tekan dilakukan pada umur 7,14,28 hari setelah lebih dahulu dilakukan curring. Dari hasil penelitian ini didapatkan Nilai slump pada Beton Normal fc 25 dan Beton fc 25 dengan bahan tambah limbah keramik memenuhi standart dari target slump 7,5 cm sampai 15 cm, untuk pelat, balok, kolom, dan dinding sesuai ( SNI 03-2834-1992 ), dan dari hasil kuat tekan beton fc 25 dengan penggunaan limbah keramik sebesar 20% didapat hasil kuat tekan beton sebesar 21,36 Mpa dan penggunaan limbah keramik sebesar 40% didapat hasil kuat tekan beton sebesar 17,68 Mpa lebih kecil dibandingkan kuat tekan beton Normal fc 25 yaitu 27,19 Mpa. Dari hasil kuat tekan beton tersebut dapat dilihat terjadi penurunan kuat tekan beton akibat peningkatan prosentase limbah keramik. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan penggunaan komposisi limbah pecahan keramik tidak direkomendasikan untuk struktur konstruksi bangunan.

References

ASTM 33-03, Standard Specification for Concrete Aggregates, ASTM International.

ASTM C39/ C39M-01 (Standard Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Speciments) dan termuat pada SNI 1974:2011.

Kardiyono Tjokrodimuljo, M,E. 2007. Teknologi Beton, Edisi 1, Yogjakarta, Biro Penerbit Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.

Mulyono, Tri. 2004. Teknologi Beton. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Antono, A .1995. Bahan Konstruksi Teknik Sipil, Penerbit Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Kristian, J., & Goetomo, J. (n.d.). Studi eksperimental penggunaan pecahan keramik sebagai pengganti agregat kasar dalam perancangan campuran beton. 1–7.

Limah, A., Keramik, P., Pengganti, S., Kasar, A., Kuat, T., Beton, T., Mulyadi, A., & Sanutra, A. (n.d.). Analisis Limah Pecahan Keramik Sebagai Pengganti Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton K.200 (Asri Mulyadi 1) , Alex Sanutra 2 ) 6. 200, 6–15.

Suria, A., & Alamsyah, W. (2017). Pemanfaatan Limbah Pecahan Keramik Sebagai Campuran Terhadap Kuat Tekan Beton

SNI 03-2847-2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, Bandung, Badan Standardisasi Nasional.

SNI 15-7064-2004, Semen Portland Komposit, Badan Standardisasi Nasional.

Downloads

Published

2022-04-13