ANALISIS PENINGKATAN TEBAL PERKERASAN RUNWAY DI LANUD RADEN SADJAD RANAI KABUPATEN NATUNA

Authors

  • Budi Setiawan Universitas Krisnadwipayana
  • Sahat Martua Sihombing Universitas Krisnadwipayana
  • Lydia Darmiyanti Universitas Krisnadwipayana

Keywords:

Perkerasan, runway, pesawat, Bandar udara, Llanud Raden Sadjad Ranai

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau saat ini menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perkembangan yang signifikan khususnya pada sektor pariwisata. Kondisi ini mempengaruhi jumlah penggunaan jasa penerbangan komersial yang akan masuk maupun keluar dari daerah kita baik sekarang maupun pada waktu yang akan datang. Lanud Raden Sadjad Ranai Kabupaten Natuna merupakan pintu gerbang Pulau Natuna dan menjadi Bandar udara utama yang saat ini melayani penerbangan domestik standar internasional. Bandar udara ini menggunakan landasan pacu tunggal yang merupakan konfigurasi paling sederhana. Analisis tebal perkerasan lentur runway Lanud Raden Sadjad Ranai Kabupaten Natuna bertujuan untuk megetahui tebal lapisan perkerasan lentur runway pada bandar udara. Adapun metode perencanaan yang dipakai adalah metode FAA (Federal Aviation Administration). Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah dasar, penentuan nilai modulus of subgrade, pemilihan pesawat rencana, MTOW pesawat, beban satu roda pesawat (W2), keberangkatan terkoreksi (R2), beban satu roda pesawat rencana (W1) dan equivalent annual deparature pesawat rencana (R1). Analisis tebal perkerasan ini menggunakan pesawat rencana C-130 Hercules dan Boeing 737-500. Berdasarkan data yang didapatkan, selanjutnya nilai MTOW pesawat rencana, nilai klasifikasi subgrade menurut FAA diplotkan pada kurva evaluasi tebal perkerasan lentur FAA sehingga didapatkan tebal perkerasan, hasil kajian ini menunjukan bahwa untuk pesawat rencana C-130 Hercules dan Boeing 737-500 dibutuhkan tebal surface coarse 21,59 cm dengan 41,91 cm lapisan subbase coarse. Hasil dengan aplikasi COMFAA perbandingan ini dibutuhkan tebal perkerasan surface coarse 20 cm dengan 30 cm lapisan base coarse dan 12,24 cm lapisan subbase.

References

Seno, R.Haryo T. Ahyudanari, Ervina. 2015, Evaluasi Kekuatan Perkerasan Sisi Udara (Runway, Taxiway, Apron) Bandara Juanda dengan Metode Perbandingan ACN-PCN, Jurnal Teknik ITS, No.1, Vol 4, Surabaya.

I Wayan S, I Gusti P S, dan Fitri L N. 2016, Analisis Prospek Operasional A380 dan B787 Dreamliner pada Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali. Jurnal Teknik UNUD, No.2, Vol.1, Bali.

Muliasari, Ataline. Purnama, M. Herry. 2012. Peningkatan Fasilitas Landas Pacu Bandar Udara Fatmawati Soekarno – Bengkulu untuk Meningkatkan Pelayanan Penerbangan. Jurnal Teknik UNIB, No.1, Vol.1, Bengkulu.

Horonjeff, R., dan McKelvey, F. X. 1994, “Perancangan dan Perencanaan Bandar Udara”, Jilid 4. Erlangga. Jakarta.

International Civil Aviation (ICAO), (1999). “International Standars and Recommended Practices, Aerodromes – Annex 14”, Third Edition, July 1999.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR: KP 39 TAHUN 2015

Basuki, H., 1986, “Merancang dan Merencana Lapangan Terbang”, PT. Alumni, Bandung. https://bandara.id/bandara-udara/pengertian-bandar- udara-airport

http://e-journal.uajy.ac.id/2997/3/2TA12303.pdf

http://bestananda.blogspot.com/2015/05/karakteristik-pesawat-terbang.html

https://www.slideshare.net/jessvargas18/desain- perkerasan-di-bandara?from_action=save

Downloads

Published

2022-04-13