Jurnal SipilKrisna https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK <h3>Journal SipilKrisna</h3> <div class="description"> <p>Jurnal SipilKrisna (JSK) adalah sebuah wadah bagi para peneliti yang berkeinginan untuk melakukan publikasi terhadap karya ilmiah yang dihasilkan. Adapun jurnal SipilKrisna adalah jurnal yang dikelola oleh prodi Teknik Sipil dibawah naungan fakultas Teknik universitas krisnadwipayana. Untuk bidang keilmuan yang akan di terbitkan adalah bidang teknik umumnya, bidang Struktur, Transportasi, Manajemen Kontruksi, GeoTek khususnya. jurnal SipilKrisna direncanakan akan terbit dua kali yaitu bulan April dan Oktober dalam satu tahun.</p> </div> en-US achmadpahrul.r@gmail.com (Achmad Pahrul Rodji) tjokropetraperdana@gmail.com (Tjokro Petra Perdana) Wed, 27 Apr 2022 03:45:31 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA APRON PANGKALAN UDARA SAUMLAKI DI TANIMBAR MALUKU https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/326 <p>Perovinsi Maluku saat ini menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perkembangan yang signifikan. Kondisi ini mempengaruhi jumlah penggunaan jasa penerbangan komersial yang akan masuk maupun keluar dari daerah kita baik sekarang maupun pada waktu yang akan datang. Pangkalan udara merupakan salah satu Pangkalan udara di Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku yang saat ini melayani penerbangan domestik. Pangkalan Udara ini menggunakan landasan pacu tunggal yang merupakan konfigurasi paling sederhana dengan kapasitas 7-12 gerakan per hari dalam kondisi VFR <em>(Visual Flight Rules) </em>dan 7-10 gerakan per hari kondisi <em>IFR (Instrument Flight Rules)</em>. Analisis tebal perkerasan lentur <em>apron</em> Pangkalan udara Saumlaki bertujuaan untuk megetahui tebal lapisan perkerasan pada Pangkalan udara. Adapun metode perencanaan yang dipakai adalah metode FAA <em>(Federal Aviation Administration</em>). Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah nilai CBR <em>(California Bearing Ratio)</em> tanah dasar, penentuan nilai <em>modulus of subgrade</em>, pemilihan pesawat rencana, MTOW pesawat, beban satu roda pesawat (W2), keberangkatan terkoreksi (R2), beban satu roda pesawat rencana (W1) dan <em>equivalent annual deparatures</em> pesawat rencana (R1). Analisis tebal perkerasan ini menggunakan pesawat rencana Boeing 737-900 dan C-130.berdasarkan data yang didapatkan, selanjutnya nilai MTOW pesawat rencana, nilai <em>modulus of subgrade</em> dan R1 diplotkan pada kurva FAA sehingga didapatkan tebal perkerasan,hasil kajian ini menunjukan bahwa untuk pesawat rencana boeing 737-900 dan C-130 dibutuhkan tebal <em>surface coarse</em> 9.22 cm dan lapisan <em>base coarse</em> 100 cm dengan total tebal perkerasan 109,22 cm. Hasil dengan aplikasi <em>COMFAA</em> perbandingan ini dibutuhkan tebal perkerasan <em>surface coarse</em> 8.4 cm dan lapisan <em>base coarse</em> 100 cm dengan total tebal perkerasan 108.4 cm.</p> Muhammad Fahmi Tri Susilo, Pahrul Rodji, Lydia Darmiyanti Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/326 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/327 <p>Pada pekerjaan konstruksi, sering ditemui sisa material/bahan bangunan yang tidak terpakai dibuang sebagai limbah. Jika limbah tersebut dibuang secara sembarangan, maka dapat menimbulkan permasalahan baru pada lingkungan. Limbah pecahan keramik adalah salah satu contoh yang dihasilkan dari pabrik keramik atau hasil pekerjaan konstruksi bangunan. Jika bisa mengolahnya secara kreatif akan menghasilkan produk yang lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan hasil kuat tekan beton pada beton normal dan dengan beton yang menggunakan limbah keramik. Penulis melakukan penelitian ini dengan cara membandingkan hasil <em>Slump Test</em> dan hasil Kuat Tekan beton mutu fc 25 Normal dengan beton fc 25 yang telah ditambahkan limbah keramik sebanyak 20% dan 40%. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk silinder dengan ukuran Ø15 cm x 30 cm, untuk masing-masing percobaan sebanyak 6 benda uji, dengan uji kuat tekan dilakukan pada umur 7,14,28 hari setelah lebih dahulu dilakukan <em>curring</em>. Dari hasil penelitian ini didapatkan Nilai <em>slump</em> pada Beton Normal fc 25 dan Beton fc 25 dengan bahan tambah limbah keramik memenuhi <em>standart</em> dari target <em>slump </em>7,5 cm sampai 15 cm, untuk pelat, balok, kolom, dan dinding sesuai ( SNI 03-2834-1992 ), dan dari hasil kuat tekan beton fc 25 dengan penggunaan limbah keramik sebesar 20% didapat hasil kuat tekan beton sebesar 21,36 Mpa dan penggunaan limbah keramik sebesar 40% didapat hasil kuat tekan beton sebesar 17,68 Mpa lebih kecil dibandingkan kuat tekan beton Normal fc 25 yaitu 27,19 Mpa. Dari hasil kuat tekan beton tersebut dapat dilihat terjadi penurunan kuat tekan beton akibat peningkatan prosentase limbah keramik. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan penggunaan komposisi limbah pecahan keramik tidak direkomendasikan untuk struktur konstruksi bangunan.</p> Lydia Darmiyanti; Indriasari; Samrah Hawati Tambunan Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/327 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS PENINGKATAN TEBAL PERKERASAN RUNWAY DI LANUD RADEN SADJAD RANAI KABUPATEN NATUNA https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/328 <p>Provinsi Kepulauan Riau saat ini menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perkembangan yang signifikan khususnya pada sektor pariwisata. Kondisi ini mempengaruhi jumlah penggunaan jasa penerbangan komersial yang akan masuk maupun keluar dari daerah kita baik sekarang maupun pada waktu yang akan datang. Lanud Raden Sadjad Ranai Kabupaten Natuna merupakan pintu gerbang Pulau Natuna dan menjadi Bandar udara utama yang saat ini melayani penerbangan domestik standar internasional. Bandar udara ini menggunakan landasan pacu tunggal yang merupakan konfigurasi paling sederhana. Analisis tebal perkerasan lentur <em>runway </em>Lanud Raden Sadjad Ranai Kabupaten Natuna bertujuan untuk megetahui tebal lapisan perkerasan lentur <em>runway </em>pada bandar udara. Adapun metode perencanaan yang dipakai adalah metode FAA (<em>Federal Aviation Administration</em>). Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah nilai CBR (<em>California Bearing Ratio</em>) tanah dasar, penentuan nilai <em>modulus of subgrade</em>, pemilihan pesawat rencana, MTOW pesawat, beban satu roda pesawat (W2), keberangkatan terkoreksi (R2), beban satu roda pesawat rencana (W1) dan <em>equivalent annual deparature </em>pesawat rencana (R1). Analisis tebal perkerasan ini menggunakan pesawat rencana <em>C-130 Hercules </em>dan <em>Boeing 737-500</em>. Berdasarkan data yang didapatkan, selanjutnya nilai MTOW pesawat rencana, nilai klasifikasi <em>subgrade </em>menurut FAA diplotkan pada kurva evaluasi tebal perkerasan lentur FAA sehingga didapatkan tebal perkerasan, hasil kajian ini menunjukan bahwa untuk pesawat rencana <em>C-130 Hercules </em>dan <em>Boeing 737-500 </em>dibutuhkan tebal <em>surface coarse </em>21,59 cm dengan 41,91 cm lapisan <em>subbase coarse</em>. Hasil dengan aplikasi <em>COMFAA </em>perbandingan ini dibutuhkan tebal perkerasan <em>surface coarse </em>20 cm dengan 30 cm lapisan <em>base coarse </em>dan 12,24 cm lapisan <em>subbase</em>.</p> Budi Setiawan, Sahat Martua Sihombing, Lydia Darmiyanti Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/328 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS PERBANDINGAN PASIR JAMBI DAN PASIR PONTIANAK TERHADAP KUAT TEKAN BETON https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/329 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perbandingan Pasir Jambi dan Pasir Pontianak terhadap Kuat Tekan Beton. Beton adalah hasil campuran yang diperoleh dengan caa mencampurkan semen Portland, air dan agregat yaitu bahan tambahan yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan. Untuk pembangunan konstruksi jalan, jembatan, gedung, dan lain-lain yang mana di dalam campuran beton. Agregat merupakan bagian yang terbanyak dalam pembentukan beton, sedangkan semen dan air akan membentuk pasta yang akan mengikat agregat. Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen, hidrolik, angregat halus, air dan bahan tambahan admixture. Dalam penelitian ini ada dua jenis agregat halus yang dipergunakan yakni Pasir Jambi dan Pasir Pontianak. Hasil kualitas Pasir Jambi memenuhi standard an test organik dengan mencapai hasil 3, sedangkan kualitas Pasir Pontianak pada test organik mencapai 5, dan dari segi berat jenis Pasir Pontianak lebih bagus dibandingkan dari Pasir Jambi. Hasil kuat tekan beton dengan Pasir Jambi dan Pasir Pontianak ternyata hasilnya lebih kuat Pasir Pontianak dengan rata-rata mencapai 63.60 MPa, sedangkan kuat tekan beton Pasir Jambi hasilnya rata-rata 28 hari mencapai 58.25 MPa</p> Parlindungan Panjaitan Panjaitan, Sahat Martua Sihombing, Achmad Pahrul Rodji Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/329 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN TOL CIBITUNG – CILINCING INTERCHANGE TAMBELANG KABUPATEN BEKASI https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/330 <p>Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, karena menjadi pusat kawasan industri terbesar di Jawa Barat. Dengan kondisi tersebut menimbulkan peningkatan lalulintas di jalan tol Jakarta Cikampek menuju Jakarta atau sebaliknya sehingga sering terjadi kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya pembangunan jalan tol yang dapat mengurai kemacetan di ruas tol dalam kota, jalan tol Cibitung – Cilincing di buat untuk mengurangi kemacetan di ruas tol dalam kota karena mobil angkutan barang bisa menuju langsung ke pelabuhan tanpa harus melalui tol dalam kota. Tujuan kajian ini adalah merencanakan geometrik jalan tol khususnya pada bagian akses <em>ramp </em>untuk menuju dan keluar jalan tol. Metodelogi perencanaan geometrik <em>interchange </em>dengan mengikuti standar AASHTO 2001,Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. 038/TBM/1997, Standar Perencanaan Geometrik untuk Jalan Perkotaan tahun 1992. Dari perencanaan geometrik ini di pilih</p> <p>1 ramp yang terdapat pada <em>interchange </em>Tambelang, analisis perencanaan geometrik meliputi alinyemen vertikal, alinyemen horizontal jenis tikungan yang di gunakan dalam desain meliputi tikungan FC,SCS, dan untuk alinyemen vertikal adalah cekung dan cembung</p> Achmad Pahrul rodji Pahrul, Sahat Martua Sihombing Sihombing, Qowi Ayadillah Hariyanto Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/330 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN TOL AKSES MENUJU BANDARA INTERNATIONAL KERTAJATI https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/331 <p>Jalan akses menuju Jalan tol akses menuju Bandara International Kertajati, Kabupaten Majalengka Jawa Barat, merupakan bagian dari sistem transportasi sebagai pelayanan sarana infrastruktur bagi dampak pertumbuhan jumlah penduduk. Guna memenuhi kebutuhan tersebut perencanaan perkerasan baru diperlukan untuk melayani kebutuhan lalu lintas di masa yang akan datang Konsep dari perencanaan perkerasan lentur (<em>Flexible Pavetment) </em>direncanakan terhadap konfigurasi beban sumbu yang mengakibatkan tegangan terbesar pada pelat. Demikian pula dalam metode portlan cement assosiation, perhitungan didapat hampir sama dengan manual desain perkerasan (MDP) jalan 2017, Perencanaan Tebal Pelat perkerasan lentur jalan dengan menggunakan (<em>AASHTO 1993</em>). didapat masing-masing sebesar surface AC/WC AC/BC 10,16 cm, <em>Aspalt Base </em>14,85 cm dan dengan manual desain 2017. menghasilkan lapisan <em>surface </em>AC/WC AC/BC setebal 100 cm dan tebal Asphalt Base 145 cm. Sehingga total tebal perkerasan lentur sebesar 24.5 cm maka dari hasil kedua metodennya dipakai angka surface AC/WC AC/BC 100 cm <em>Asphalt Base </em>150 cm maka perbedaan lebih besar dan lebih kecil dari perhitungan Hal ini akibat perbedaan konsep dasar dari masing-masing metode.</p> Reynaldi Fransiscus, Sahat Martua Sihombing Sihombing, Yonas Prima Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/331 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 Analisis Kekuatan Pelat Lantai Dermaga di Pelabuhan Ciwandan Banten Terhadap Penambahan BMC https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/332 <p>Dermaga 005B berada di Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Banten dan memiliki panjang 300 meter dan lebar 44 meter.&nbsp; Rencananya pada Dermaga 005B akan diletakkan 1 (satu) unit <em>Harbour Mobile Crane </em>(HMC) merk LHM 420 sebagai alat penunjang kegiatan bongkar dan muat dari dan ke kapal.&nbsp; HMC ini tentu memiliki spesifikasi dan kapasitas tertentu, sehingga harus diperhitungkan dengan baik terhadap penambahan beban yang mampu diterima oleh pelat lantai Dermaga 005B.&nbsp; Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.&nbsp; HMC ini mampu memikul beban maksimal sebesar 124 ton pada jarak 12 sampai dengan 16 meter.&nbsp; Dengan berat sendiri HMC sebesar 371 ton dan asumsi berat manusia sebesar 0,4 ton/meter<sup>2</sup>, maka total berat HMC yang diterima pelat lantai adalah sebesar 22,68 ton/meter<sup>2</sup>.&nbsp;&nbsp; Dengan menggunakan aplikasi komputer SAP 2000 versi 22, didapatkan gaya-gaya dalam <em>ultimate</em> akibat beban pada pelat lantai tersebut yaitu momen <em>ultimate </em>sebesar 7,27 ton.meter, gaya geser <em>ultimate</em> sebesar 7,61 ton dan batas lendutan sebesar 7,17 mm.&nbsp; Kemudian dihitung kembali kapasitas pelat lantai eksisting sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), didapatkan gaya-gaya dalam yang mampu dipikul oleh pelat lantai tersebut yaitu momen pelat sebesar 18,49 ton.meter, gaya geser pelat sebesar 22,38 ton dan batas lendutan pelat sebesar 14,58 mm. Sehingga dapat disimpulkan pelat lantai Dermaga 005B mampu memikul beban <em>Harbour Mobile Crane </em>(HMC).</p> Nusa Setiani, Galih Pribadi, Achmad Romdhansyah Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/332 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS TEBAL PERKERASAN RUNWAY PADA BANDARA INTERNASIONAL OE-CUSSE, TIMOR LESTE https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/333 <p>Oecusse-Ambeno merupakan salah satu distrik di Timor Leste yang sedang dikembangkan oleh pemerintahnya. Salah satu pengembangannya yaitu melalui pelaksanaan proyek bandara yang bernama “<em>New Development of Oecusse International Airport Project</em>” yang bertujuan untuk menambah akses menuju ke Timor Leste dan sebagai zona pembangunan ekonomi eksklusif Timor Leste. Seiring dengan berjalannya waktu, tingkat perkerasan landasan pacu dapat mengalami penurunan. Oleh karena itu, kualitas struktur perkerasan harus sangat diperhatikan sehingga mampu melayani lalu lintas yang direncanakan selama kurun waktu mendatang. Penulis menggunakan standar aturan <em>Federation Aviation Administration</em> (FAA) sebagai dasar perencanaan sisi udara bandara. Perencanaan sisi udara ini, menyesuaikan dengan pertumbuhan penumpang untuk 20 tahun mendatang. Kebutuhan <em>geometric</em> sisi udara adalah Panjang runway 2200 m dengan lebar 45 m. Dalam analisis ini menggunakan program bantu yaitu cara manual dan <em>software</em> FAARFIELD. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan <em>software</em> FAARFIELD dan grafis, jenis pesawat rencana A330-330 dalam kurun waktu pengembangan 20 tahun mendatang yaitu total tebal perkerasan dengan <em>software</em> FAARFIELD adalah 658 mm, yang terdiri dari 120 mm <em>surface course</em>, 343 mm <em>Base Course</em>, dan 195 mm <em>Subbase Course</em> sedangkan dengan cara grafis diperoleh total tebal perkerasan 730 mm, yang terdiri dari 102 mm <em>Surface Course</em>, 480 cm <em>Base Course</em>, dan 152 mm <em>Subbase Course</em>, Selisih perhitungan <em>software</em> FAARFIELD dengan cara grafis adalah adalah 10% atau selisih sekitar 72 mm, sehingga hasil perhitungan cara grafis lebih tebal dibanding <em>software</em> FAARFIELD</p> Sahat Martua Sihombing Sihombing, Achmad Pahrul Rodji, Al Muzamil Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/333 Wed, 13 Apr 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS PENINGKATAN DERMAGA PADA PT BERLIAN MANYAR SEJAHTERA SURABAYA https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/334 <p><em>Fender</em> berfungsi sebagai bantalan yang ditempatkan didepan dermaga, sehingga <em>fender </em>tersebut dapat menahan struktur dermaga dari benturan pada saat kapal melakukan olah gerak untuk bersandar pada dermaga. Kapal yang merapat pada dermaga masih mempunyai kecepatan baik yang digerakkan oleh mesinnya sendiri maupun ditarik oleh kapal tunda (<em>Tugboat)</em>. Untuk menghindari kerusakan pada kapal dan dermaga karena benturan maka didepan dermaga dipasang bantalan atau <em>fender </em>yang berfungsi untuk menyerap energi benturan tersebut. Besarnya energi benturan yang disebabkan oleh kapal yang merapat ke dermaga dapat diperoleh dengan menentikan koefisien blok pada kapal, koefisien massa kapal, koefisien eksentrisitas kapal terhadap dermaga, kecepatan merapat kapal dalam arah tegak lurus. Gaya yang diteruskan ke dermaga tegantung pada tipe <em>fender</em> dan <em>defleksi fender</em> yang diijinkan. Ketika kapal membentur <em>fender</em> maka<em> fender</em> tersebut akan mengalami <em>defleksi </em>dan meneruskan gaya benturan ke struktur dermaga. Perencanaan <em>fender</em> ditentukan berdasarkan energi yang diserap akibat benturan kapal.Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana analisa perhtungan ukuran dermaga yang diperlukan untuk satu kapal bongkar muat di Pelabuhan PT. Berlian Manyar Sejahtera; mengetahui ukuran dan kekuatan <em>fender</em> dari jumlah yang diperlukan pada dermaga Pelabuhan PT. Berlian Manyar Sejahtera; mengetahui jumlah <em>fender</em> yang akan dipakai pada peningkatan dermaga PT. Berlian Manyar Sejahtera. Tahapan atau langkah penelitian dari metodologi penelitian dimulai dengan melakukan studi atau literature pendahuluan yang diantaranya meliputi studi pustaka dan identifikasi data. Panjang eksiting dermaga adalah 200 meter, akan ditingkatkan 50 meter sehingga total panjang dermaga adalah 250 meter. Hasil analisis dengan menggunakan 2 contoh kapal - kapal yang sandar pada dermaga PT. Berlian Manyar Sejahtera panjang dermaga yang dibutuhkan untuk melayani kapal- kapal yang sandar adalah 226,8 meter. Dalam perencanaan PT. Berlian Manyar Sejahtera menggunakan <em>fender</em> tipe <em>cone</em> 1200 SCH atau 1200 SPC dengan energi benturan 0,62 tm. Hasil analisis menggunakan <em>fender tipe cone</em> 1300 SPC dengan energi benturan 0,68 tm. <em>Fender tipe cone</em> mempunyai <em>“Pad” </em>yaitu pelindung terhadap karet <em>fender</em> itu sendiri, jadi apabila terjadi benturan kapal yang lebih kuat dari rencana maka pelindung itu yang akan melindungi karet <em>fender</em> dan struktur dermaga. Hasil analisis menggunakan kapal berbobot 56,545 ton dapat digunakan tipe <em>fender </em>sel dengan dimensi OD x ID = 380 x 190 yang mempunyai energi serap 1,20 tm. Gaya yang diserap oleh <em>fender </em>sebesar 16,72 ton. Untuk <em>fender</em> tipe V maka digunakakan tipe KVF 200 HCA yang&nbsp; mempunyai nilai energi diserap sebesar 1,0 tm dan gaya diteruskan sebesar&nbsp; 15,35 tm dengan <em>defleksi</em> sebesar 45%. Jumlah <em>fender</em> yang digunakan untuk kapal dengan bobot 33,193 ton adalah 19,3 unit dan untuk kapal dengan bobot 56,545 ton adalah&nbsp; 20,6 unit maka untuk total panjang dermaga 250 meter maka jumlah <em>fender</em> yang digunakan sebanyak 22,7 unit dibulatkan menjadi 23 unit.</p> Ahmad Supriyatna, Sahat Martua Sihombing Sihombing, Achmad Pahrul Rodji Copyright (c) 2022 Jurnal SipilKrisna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/JSK/article/view/334 Thu, 14 Apr 2022 00:00:00 +0000