ANALISA KALIBRASI ELEKTROCARDIOGPH

Authors

  • Ujang Wiharja dosen unkris

Keywords:

Cara kalibrasi , Elektrocardiograph, BPM

Abstract

Electrocardiogram (ECG) merupakan metode yang umum digunakan untuk mendiagnosa kondisi jantung seorang pasien. Komponen utama yang terdapat pada sebuah sinyal ECG adalah kompleks QRS yang menggambarkan proses depolarisasi pada ventrikel. Faktor penting pada diagnosa ini adalah pengukuran interval waktu antara puncak-puncak R kompleks QRS sinyal ECG (interval RR) yang menyatakan frekuensi detak jantung. Setelah dilakukan serangkaian pengambilan data pada Hate Rate didapat hasil untuk seting 30 BPM mendapatkan hasil 0,312 dengan toleransi 1,5, 60 BPM mendapatkan hasil 0,313 dengan toleransi 3, 80 BPM mendapatkan hasil 0,320 dengan toleransi 4, 120 BPM mendapatkan hasil 0,312 dengan hasil toleransi 6, 180 BPM mendapatkan hasil 0,314 dengan toleransi 9. Sedangkan untuk pengukuran kecepatan kertas di dapatkan hasil untuk seting 25 mm/sec (60BPM) mendapatkan hasil 0,314 dengan toleransi 0,5 dan 50 mm/sec (60BPM) mendapatkan hasil 0,313 dengan toleransi 1

References

Dr. Surya Dharma, Sp.JP, FIHA. Sistematika Interpretasi EKG Pedoman Praktis.

Guyton, A. C., J. E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.

ISO/IEC Guide 17025. pengertian / arti kalibrasi.

Ganang. 2010. Potekes Jakarta II Rancang bangun alat elektrocardiograph

SNI 16-4939-1998, Elektrocardiograph.

Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No. 54 Tahun 2015 Tentang Pengujian dan Kalibrasi

AlatKesehatan.

JCGM 100 : 2008, Evalution of Measurement Data - Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement.

Pedoman Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan, DepartemenKesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan

Medik, 2001.

Downloads

Published

2019-07-20

How to Cite

Wiharja, U. (2019). ANALISA KALIBRASI ELEKTROCARDIOGPH. Seminar Nasional Teknologi, 1(2), 99–103. Retrieved from https://journal.teknikunkris.ac.id/index.php/semnastek/article/view/305